Guna dari postingan ini yaitu, sebagai informasi atau penjelasan mengenai tentang Jendela manajemen pendidikan agar orang yang melihat ini bisa mengetahui tentang jendela manajemen pendidikan
A. Konsep Manajemen Dalam Lembaga Pendidikan
Manajemen merupakan ilmu, kiat, seni dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu, menurut Gulick (1965) dalam Satori (2006:10), karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematisberusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerjasama. Dikatakan sebagaikiat, menurut Follett, karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesionalnya dituntun oleh suatu kode etik .sifat khusus yang utama manajemen adalah integrasi dan penerapan ilmu serta pendekatan analisis yang dikembangkan oleh banyak disiplin ilmu. Manajemen sebagai seni karena dalam melaksanakan fungsi dan prinsip manajemen dihadapkan kepada masalah-masalah yang kompleks yang membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki seni memimpin yang dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen sebagai profesi dilandasi oleh nilai-nilai etik organisasi yang membutuhkan keahlian khusus yang tidak sembarangan orang dapat melekukan pekerjaan manajerial secara professional seperti yang digariskan dalam kerangka ilmu manajemen pendidikan.
Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan untuk dapat memahami konsep manajemen dalam lembaga pendidikan secara umum, antara lain yaitu dg memahami pengertian atau definisi dari managemen pendidikan, tujuan yg ingin di capai yg telah di rumuskan oleh lembaga pendidikan,prinsip manajemen pendidikan serta unsur- unsur manajemen pendikan.
1. Pengertian Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan terdiri dari dua istilah, yaitu manajemen dan pendidikan.
Manajemen dalam bahasa inggris dikenal dengan kata manage yang berarti mengatur, mengurus, melaksanakan dan mengelola (John M. Echols & Hasan Shadily, 2003:372). Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.S.J. Poerwadarminata 2007:742) manajemen diartikan sebagai cara mengelola suatu perusahaan besar. Pengelolaan atau pengaturan dilaksanakan oleh seorang manajer (pengatur/pemimpin) berdasarkan urutan manajemen.[1]
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.[2]
Hersey dan Blandchard (1982:3) mendefinisikan manajemen sebagai proses kerjasama melalui orang-orang atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi yang diterapkan pada semua bentuk dan jenis organisasi. Gulick (1965), ahli administrasi public Amerika, mengemukakan bahwa manajemen menjadi suatu ilmu jika teori-teorinya mampu menuntun manajer dengan kejelasan apa yang harus dilakukan pada situasi tertentu memungkinkan mereka meramalkan akibat-akibat dari tindakannya. Dalam perjalanannya sebagai suatu manajemen diuji dengan pengalaman. Robert Owen (1800-1828), seorang pionir manajemen personalia modern terkemuka, mengatakan bahwa manajemen perusahaan yang baik menguntungkan bagi sang majikan dan merupakan bagian pokok dari setiap pekerjaan manajer.[3]
Sedangkan definisi dari pendidikan Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Dari pengertian manajemen dan pendidikan di atas, maka manajemen pendidikan bisa di artikan sebagai suatu proses yang mengandung fungsi-fungsi yang harus dijalankan dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga pendidikan itu dapat berjalan secara efektif dan efesien menghasilkan peserta didik yang mempunyai pengetahuan, kepribadian dan keterampilan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.Secara sederhana manajemen pendidikan adalah suatu lapangan dari studi dan praktik yang terkait dengan organisasi pendidikan. Manajemen pendidikan merupakan proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikan dengan mendayagunakan segala sumber secara efesien untuk mencapai tujuan secara efektif.
Mengadopsi pengertian manajemen dari para ahli dapat dikemukakan bahwa manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha pendidikan agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerja sama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”
Sedangkan Hadari Nawawi mengemukakan bahwa “Administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. Secara esensial dapat ditarik benang merah tentang pengertian manajemen pendidikan:
a Manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan
b. Manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya
c. Manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu
Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerja sama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”
Sedangkan Hadari Nawawi mengemukakan bahwa “Administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. Secara esensial dapat ditarik benang merah tentang pengertian manajemen pendidikan:
a Manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan
b. Manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya
c. Manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu
2. Tujuan manajemen pendidikan
Manjemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan karyawan, da masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsure-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan.[4]
Secara garis besar manajemen pendidikan
di perlukan agar pelaksanaan suatu program dapat terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.
di perlukan agar pelaksanaan suatu program dapat terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.
· Produktivitas merupakan perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber yang dipergunakan (input). Produktivitas dapat dinyatakan secara kuantitas maupun kualitas.
· Kualitas menunjukkan kepada suatu ukuran penilaian atau penghargaan yang diberikan atau dikenakan kepada barang (products) dan/atau jasa (services) tertentu berdasarkan pertimbangan objektif atas bobot dan/atau kinerjanya (Pfeffer end Coote, 1991).
· Efektivitas adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi
· Efesiensi berkaitan dengan cara yaitu membuat sesuatu dengan betul (doing things right) sementara efektivitas adalah menyangkut tujuan (doing the right things) atau efektivitas adalah perbandingan antara rencana tujuan yang dicapai, efesiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input/sumber daya dengan output. Efesiensi pendidikan adalah bagaimana tujuan itu dicapai dengan memiliki tingkat efesiensi waktu, biaya, tenaga dan sarana.
3. Prinsip Manajemen
Douglas merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut:
(a) Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
(b) Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab.
(c) Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya.
(d) Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia
(e) Relativitas nilai-nilai.
Prinsip di atas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai. Hal ini hampir selaras dengan apa yang dikemukakan Fattah (1996: 33) yang mengklasifikasikan prinsip manajemen ke dalam tiga ranah yaitu:
1) Prinsip manajemen berdasarkan sasaran: bahwa tujuan adalah sangat esensial bagi organisasi.
2) Prinsip manajemen berdasarkan orang; adalah suatu aktivitas manajemen yang diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia.
3) Prinsip manajemen berdasarkan informasi; adalah aktivitas manajemen yang membutuhkan data dan informasi secara cepat, lengkap dan akurat.
4. Unsur unsur manajemen
Manajemen terdiri dari 6 unsur yaitu.
1. Man: tenaga manusia
2. Money:dana yg di perlukan untuk mencapainya
3. Methods: cara/sistem untuk mencapai tujuan
4. Material ;bahan untuk mencapai tujuan pendidikan
5. Machines;mesin/ alat yg di butuhkan
6. Market; untuk memasarkan hasil(output)
B. Fungsi Manajemen Dalam Lembaga Pendidikan islam
Manajemen pendidikan mempunyai fungsi yang terpadu dengan proses pendidikan khususnya dengan pengelolaan proses pembelajaran. Dalam hubungan ini, terdapat beberapa fungsi manajemen pendidikan. Fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan para ahli tidak sama, tergantung pada sudut pendekatan dan pandangan mereka. Untuk bahan perbandingan penulis mencoba menyajikanpembagian fungsi-fungsi manajemen dlm bentuk tabel di bawah ini
FUNSI-FUNGSI MANAJEMEN
G.R. Terry
|
John F.Mee
|
Louis A.Allen
|
MC. Namara
|
1. Planning
2. Organizing
3. Actuating
4. Controlling
|
Planning
Organizing
Motivating
Controlling
|
Leading
Planning
Organizing
controlling
|
Planning
Programming
Budgeting
System
|
Henry Fayol
|
Harold Koontz
Cyril O’Donnel
|
Drs.P.Siagian
|
Prof. Drs. Oey
Liang Lee
|
1. Planning
2. Organizing
3. Commanding
4. Coordinating
5. Controlling
|
Planning
Organizing
Staffing
Directing
Controlling
|
Planning
Organizing
Motivating
Controlling
Evaluation
|
Perencanaan
Pengorganisasian
Pengarahan
Pengkoordinasian
Pengontrolan
|
W.H. Newman
|
Luther Gullick
|
Lyndall F.Urwick
|
John. D.Millet
|
Planning Organizing
Assembling Resources
Directing
Controlling
|
Planning
Organizing
Staffing
Directing
Coordinating
Reporting
Budgeting
|
Forecasting
Planning
Organizing
Commanding
Coordinating
Controlling
|
Directing
Facilitating
|
Jika fungsi manajemen yang dikemukakan para ahli digabungkan maka terdapat beberapa fungsi yaitu forecasting, planning, termasuk budgeting, organizing, acting, staffing, atau assembling, facilitating, directing atau commanding leading, coordinatingtermasuk system, motivating, controlling, reporting.[5]
Untuk memahami lebih jauh tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan, di bawah akan dipaparkan tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif lembaga pendidikan, dengan merujuk kepada pemikiran G.R. Terry (POAC)[6], meliputi :
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh Louise E. Boone dan David L. Kurtz (1984) bahwa: planning may be defined as the proses by which manager set objective, asses the future, and develop course of action designed to accomplish these objective. Sedangkan T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.”
Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. T. Hani Handoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:
Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan, sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. T. Hani Handoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan:
a. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan;
b. Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama; Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran;
c. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat;
d. Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi;
e. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
f. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami;
g. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan
h. Menghemat waktu, usaha dan dana.
Sementara itu menurut Ramayulis[7] mengatakan bahwa dalam Manajemen pendidikan Islam perencanaan itu meliputi :
a. Penentuan prioritas agar pelaksanaan pendidikan berjalan efektif, prioritas kebutuhan agar melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam proses pendidikan, masyarakat dan bahkan murid.
b. Penetapan tujuan sebagai garis pengarahan dan sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil pendidikan
c. Formulasi prosedur sebagai tahap-tahap rencana tindakan.
d. Penyerahan tanggung jawab kepada individu dan kelompok-kelompok kerja.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Manajeman Pendidikan Islam perencanaan merupakan kunci utama untuk menentukan aktivitas berikutnya. Tanpa perencanaan yang matang aktivitas lainnya tidaklah akan berjalan dengan baik bahkan mungkin akan gagal. Oleh karena itu buatlah perencanaan sematang mungkin agar menemui kesuksesan yang memuaskan.
2. Pengorganisasian (organizing)
Fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (organizing). George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa : “Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”.
Lousie E. Boone dan David L. Kurtz (1984) mengartikan pengorganisasian : “… as the act of planning and implementing organization structure. It is the process of arranging people and physical resources to carry out plans and acommplishment organizational obtective”.
Lousie E. Boone dan David L. Kurtz (1984) mengartikan pengorganisasian : “… as the act of planning and implementing organization structure. It is the process of arranging people and physical resources to carry out plans and acommplishment organizational obtective”.
Dari kedua pendapat di atas, dapat dipahami bahwa pengorganisasian pada dasarnya merupakan upaya untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat dengan susunan organisasi pelaksananya. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pengorganisasian adalah bahwa setiap kegiatan harus jelas siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan, dan apa targetnya.
Berkenaan dengan pengorganisasian ini, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan beberapa asas dalam organisasi, diantaranya adalah :
Berkenaan dengan pengorganisasian ini, Hadari Nawawi (1992) mengemukakan beberapa asas dalam organisasi, diantaranya adalah :
(a) organisasi harus profesional, yaitu dengan pembagian satuan kerja yang sesuai dengan kebutuhan;
(b) pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja;
(c) organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
(d) organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol
(e) organisasi harus mengandung kesatuan perintah; dan
(f) organisasi harus fleksibel dan seimbang.
Ernest Dale seperti dikutip oleh T. Hani Handoko mengemukakan tiga langkah dalam proses pengorganisasian, yaitu :
(a) pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi;
(b) pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang; dan
(c) pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis
George Terry dalam halaman l;ain bukunya mengemukakan bahwa pengorganisasian merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksnakan untuk mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses.[8]
Organisasi dalam pandangan Islam bukan semata-mata wadah, melainkan lebih menekankan pada bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan secara rapi. Organisasi lebih menekankan pada pengaturan mekanisme kerja. Dalam sebuah organisasi tentu ada pemimpin dan bawahan[9].
Sementara itu Ramayulis menyatakan bahwa pengorganisasian dalam pendidikan Islam adalah proses penentuan struktur, aktivitas, interkasi, koordinasi, desain struktur, wewenang, tugas secara transparan, dan jelas. Dalam lembaga pendidikan Isla, baik yang bersifat individual, kelompok, maupun kelembagaan.[10]
2. Pelaksanaan/Penggerakkan (actuating).
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.
Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.
4. Pengawasan (controlling)
Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai : “… the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”.
Sementara itu, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”
Sementara itu, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”
Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahkan Didin dan Hendri menyatakan bahwa dalam pandangan Islam pengawasan dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah dan membenarkan yang hak.[11]
Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.
Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu:
Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu:
a. Penetapan standar pelaksanaan; Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
b. Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata
c. Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan; dan
d. Pengambilan tindakan koreksi, bila diperlukan.
pengawasan dalam pendidikan Islam, mempunyai karakteristik sebagai berikut: pengawasan bersifat material dan spiritual, monitoring bukan hanya manajer, tetapi juga Allah Swt, menggunakan metode yang manusiawi yang menjunjung martabat manusia. Dengan karakterisrik tersebut dapat dipahami bahwa pelaksana berbagai perencaan yang telah disepakati akan bertanggung jawab kepada manajernya dan Allah sebagai pengawas yang Maha Mengetahui. Di sisi lain pengawasan dalam konsep Islam lebih mengutamakan menggunakan pendekatan manusiawi, pendekatan yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman.[12]
Dalam catatan lain seperti yang terdapat dalam buku Kapita Selekta Administrasi Dan Manajemen Pendidikan oleh Husnul Yaqin disebutkan paling tidak ada lima fungsi pentng yang harus ada dalam manajemen pendidikan spt yang kita lihat isyarat-isyaratnya dalam al-Qur’an yang meliputi:
(1) Planning (perencanaan)
(2) Organizing (pengorganisasian)
(3) Actuating (penggerakan)
(4) Communication (komunikasi)
(5) Controlling (pengawasan)
Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling berkaitan antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen.
Dalam perspektif pendidikan baik di lembaga formal maupun non formal agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat penting dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu proses pendidikan, karena bagaimanapun juga sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. Sekolah tanpa didukung proses manajemen yang baik, boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi, yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara optimal.
Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.

Blog ini sangat menarik dan sangat membantu 👍
BalasHapusMakasi🖒
HapusBguss, sngat membantuuu
BalasHapusMakasih.. sangat membantu
BalasHapusTerima kasih..sanggat membantu🖒
BalasHapusMantapp
BalasHapussangat membantu
BalasHapussangat membantu. terima kasih :)
BalasHapusbaguss
BalasHapuskereennn
BalasHapussangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMantap. Tingkatkan👍
BalasHapusMakasi ka
HapusKereen, sngt bermanfaat
BalasHapusMateri ini sangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusMateri ini sangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusMateri ini sangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusSangat bagus dan bermanfaat
BalasHapusMateri yang sangat bermanfaat dan Semoga materinya dapat bermanfaat bagi orang banyak dan masyarakat luas
BalasHapusCukup membantu untuk mereka yang mencari tau. MANTAP
BalasHapusBagus, materinya cukup membantu dan sangat bermanfaat
BalasHapusMantap👍
BalasHapusMantul
BalasHapusMaterinya bagus👍
BalasHapusMantap👍
BalasHapusMateri yang sangatttt bermanfaat..
mantap����keren��
BalasHapusmantap materinya makasih materinya sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapusMaterinya Sangat Bermanfaat👌
BalasHapusSmoga bermanfaat bagi semua orang good😊👍
BalasHapusMantap👍
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat membantu
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat membantu
BalasHapussangat membantu untuk menambah pengetahuan
BalasHapusmantap👏
BalasHapusTerima kasih, materinya sangat membantu
BalasHapusIni sangat bermanfaat😇
BalasHapusMantap skalii
BalasHapusWow NICE
BalasHapusSo bnya komentar:D
Materinya bagus dan menarik
BalasHapusMaterinya complite ka
BalasHapusSukses selalu ka ramlis higa
Alhamdulillah. Materinya sangat bagus
BalasHapusBermanfaat👍👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat untuk banyak orang
BalasHapusMateri yg sangat membantu Dan bermanfaat.Terimakasih Telah membuat materi ini Semoga sukses👍
BalasHapuskeren banget blognya saudara ramlis semoga bermanfaat bagi semua orang
BalasHapusSangat bermanfaat ☺
BalasHapusMantap
BalasHapusmantap👍
BalasHapusBlognya keren dan sangat bermanfaat,dan semoga bisa bermanfaatbagi bnyak orang yg membacanya
Materinya sangat bermanfaat😊
BalasHapusmaterinya sngat bagus
BalasHapusMateri yg sangat brmanfaat...
BalasHapusMantappp👍
BalasHapusMateri yang bermanfaat
BalasHapusBagus kak😇
BalasHapusMantap
BalasHapusMantap
BalasHapusKerennn.
BalasHapusBgusss ka,sangat bermanfaat
BalasHapussangat membantu
BalasHapusKereenn
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSemoga bermanfaat bagi pembaca.
BalasHapusgood👍
BalasHapusbguss👍
BalasHapusGood👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSemoga bermnfaat bagi pembaca yg lainnya
BalasHapusSemangat buat blog trus
BalasHapusNice 👍
BalasHapusBagus dan materinya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu dan sangat bermanfaat
BalasHapusnice artikel..
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap
BalasHapusMateriii yg sngat brmanfaat👍
BalasHapus🖒
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSmoga bermanfaat bagi pembaca
BalasHapusmateri sdah bagus, smoga brmanfaat
BalasHapusMantap Materinya sangat bermanfaaat👏
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusNice 😏
BalasHapusMaterinya sangat jelas dan Bermanfaat��������
BalasHapusMantap
BalasHapusmntap
BalasHapusGagah
BalasHapusGaga
BalasHapusSangat membantu dan semoga bisa bermanfaat untuk semua orang yang membaca
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus